Aku merupakan anak terakhir dari 4 bersaudara, kakak pertama adalah cewek, sedangkan kakak kedua dan ketiga cowok semua. Wajar jika antara sodara laki-laki sering terjadi perkelahian perselisihan kecil. Hehe.. namanya juga anak laki-laki. Tapi kejadian2 seperti itu jadi terlihat lucu dikala aku sudah gede sekarang ini. Aku sayang banget sama kakak pertama, karena selain cewek sendiri, kakakku ini juga pandai masak. hehe.. ngaku deh kalo doyan makan.. 

Suatu saat kakakku kedua pergi hijrah ke negeri tetangga Seoul, untuk kerja sebagai TKI. Guna untuk mencari modal untuk masa depannya nanti. 3 Tahun kontrak kerja pertama telah dijalaninya. Perubahan telah terjadi pada dirinya, dalam konteks perubahan fisik. Kakakku yang dulunya berkulit sawo matang ala orang indonesia, setelah lama tinggal di sana yang iklimnya ada 4 itu. Jadi nampak kayak orang Korea deh. Kulitnya jadi tampak putih, kayak artis pokoknya. Ketika pulang dari kontrak kerja pertama, keluarga menyambutnya dengan bangga pastinya. Karena yang namanya orang kerja pasti kalo pulang bawa rejeki begitu. hehe.. Terutama ibu, seneng banget ketika anak kesayangannya pulang dari kerja di luar negeri. Kakak keduaku ini merupakan anak kesayangan ibu, karena dia anak yang paling nurut sama orang tua. G' tega nyakitin perasaan orang tua. Pokoknya g kayak anak-anaknya yang lain, yang bandel. hehe.. ngaku lagi deh.. 

Sepulangnya ke rumah selama satu bulan pun berlalu, saatnya dia (kakak keduaku) harus kembali lagi ke Seoul untuk menambah kontrak kerja lagi selama 2 tahun. Akhirnya kontrak kerja pun dilalui dengan sabar. Di sisi lain, ternyata kakak kedua ku ini punya pacar tapi berada di Indonesia. Jadi pacarannya jarak jauh. Kalo istilah gaulnya LDR (Long Distance Relationship). ^_^ Satu tahun sudah kontrak kedua dijalaninya. Dan suatu ketika kakakku mengabari orang dirumah, kalo dia lagi sakit. Dia bilang kalo g bisa jalan karena kakinya bengkak. Tapi setelah disuntik ama dokter sana katanya bisa jalan lagi, dan bisa kerja lagi. Dan keluhannya seperti itu sering kali terjadi. G bisa jalan, terus disuntik dokter, terus bisa jalan lagi. Terus dan terus seperti itu.
2 tahun kurang 5 bulan dari masa kontrak kerja kedua telah dilaluinya. Suatu saat dia periksa kesehatan di dokter sana. Setelah diperiksa, ternyata kakakku punya darah tinggi dan tekanan darahnya mencapai 200. "Saya salut pada anda, dalam keadaan tekanan darah tinggi seperti ini, anda masih saja bisa bekerja. Kalo orang biasa biasanya sudah tidak kuat lagi ato bahkan sudah pingsan", Kata Dokter. Kemudian dia musyawarah dengan pacarnya ato calon istrinya. Dan setelah bicara ngalor ngidul, akhirnya kakakku memutuskan untuk segera pulang ke Indonesia. Dan jatah kontrak tidak dihabiskan. Seperti biasa, keluarga menjemputnya di bandara Juanda Surabaya. Pas ketemu dengan kakakku, nampak perbedaan dibandingkan dengan 1,5 tahun silam ketika pulang dari kontrak kerja pertama. Dia nampak pucat, lesu dan nggak seger badannya. Namun keluarga tidak begitu memperdulikan hal itu. Jadi semua tampak fine-fine aja, karena memang layaknya seperti itu ketika menyambut salah satu anggota keluarga tercinta. 

Setelah kepulangannya di Indonesia, dia berencana untuk segera menikahi pacarnya yang selama ini LDR tersebut. Tak lama kemudian acara pernikahanpun berlangsung sangat meriah. Aku yang berperan jadi fotografer dadakan saat acara berlangsung heran. Kenapa kakakku kuk masih saja kelihatan pucat, padahal juga sudah didandani sebagus mungkin, layaknya 2 sejoli yang lain yang duduk bersanding di pelaminan. 

Foto Pernikahan Kakak
Foto di atas adalah foto pernikahan kakakku. Tersangka fotografernya saya sendiri yang pada waktu itu jadi fotografer dadakan. hehe..

Kira-kira 3 bulan setelah pernikahannya, ternyata kebenaran terungkap. Kakakku punya sakit dalam, sakit ginjal dan juga darah tinggi. :( Dan sayangnya dia tidak cerita banyak dengan keluarga mengenai sakit dalam yang dirasakannya. Dia mendiamkannya, merasa kuat untuk mengatasi sakitnya sendiri.
Saat itu juga dia opname di rumah sakit umum jombang selama seminggu. Kemudian pulang seminggu dirumah. Dan sakit lagi, opname lagi di RS.Jombang. Setelah beberapa minggu, akhirnya dirujuk ke RS. Dokter Soetomo Surabaya. Kesalahanku sebenarnya, saat waktu agak membaik, dia minta es degan. langsung aja aku belikan. Dan saya kira ya oke-oke saja, kan es degan bisa untuk menambah stamina, mengganti ion tubuh. Dan ternyata penderita ginjal tidak boleh mengkonsumsi kelapa hijau itu. Akhirnya dia langsung kumat sakitnya, tak kuat dan tidak sadarkan diri. Akhirnya harus dirujuk ke RS. Dokter Soetomo itu.
Setelah 2 bulan menjalani perawatan di RS. Akhirnya dokter memutuskan untuk cuci darah. Setelah cuci darah beberapa kali, nampak kemajuan padanya. Dia sudah bisa tertawa lagi, senyum lebar. Tapi tetap saja harus baring ditempat semedinya di kasur Rumah Sakit. hehe..
Terapi cuci darah dijalaninya selama 1 bulan secara rutin terus menerus. Yang namanya cuci darah pasti biaya nya tidak sedikit. Dia merasa sedih, karena uang yang selama ini dia cari selama bekerja di luar negeri, habis hanya untuk biasa rumah sakit. Sekeluarga hanya memintanya untuk bersabar. Aku yang berstatus sebagai mahasiswa, sibuk dengan kuliahku. Sebenarnya aku merasa pengen sekali menjenguk mas ku yang sakit itu yang saat itu menjalani terapi cuci darah yang saat itu ada di RS Mojokerto. Namun aku tidak ada waktu, karena saat itu aku ada tugas kuliah. Aku merasa sudah diwakilkan oleh anggota keluarga yang lain untuk menjenguk.
Suatu ketika aku ditelpon oleh bapakku. Dan aku disuruhnya untuk pulang segera. Dan ku tanya ada apa memang? Bapak hanya menjawab pulang saja, cepat, tapi hati2 di jalan. Tapi terus saja ku paksa. Dan akhirnya bapak menjelaskan. Kalau Kakakku meninggal. Innalillahi wainnailaihi rooji'un.
Aku langsung shock mendengar kabar yang tidak menggembirakan itu. Dalam hati aku menyesal, kenapa aku tidak menyempatkan waktu untuk menjenguk kakakku waktu itu. Dan aku merasa sangat kasihan sama istri almarhum kakakku. Baru 3 bulan jadi pengantin baru, trus selama 3 bulan juga harus merawat kakakku. Dan kini dia ditinggal pergi untuk selamanya. Untuk menebus penyesalanku, ku selalu mendo'akan arwah almarhum kakakku. Semoga kamu diterima di sisiNya. amin...
Pelajaran Yang Dapat Dipetik:
- Umur, kematian adalah takdir Tuhan Yang Maha Esa. Jadi kapanpun kita bisa kembali kepadaNya.
- Terbukalah terhadap keluarga, jangan menyimpan masalah sendiri. Supaya dapat ditangani secara dini.
- Menyesal itu adanya belakangan, tidak terjadi di depan. Jadi, selama ada kesempatan untuk melaksanakan maka laksanakan segera. Jangan pernah menunda. Agar tidak menyesal di belakang.
Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp.
|
|


fufu
12:36 AM


4 komentar:
Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.C.B
Artikel anda akan segera di catat
Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya
@268190681851646091.0
iya.. semoga beruntung.. :)
info tentang darah tinggi di SIHAT SELALU - Manfaat Coq10 Untuk Kesihatan Darah Tinggi
@2895596940703371120.0
terimakasih atas infonya mas.
fu
Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mem-bookmark dengan menekan ctrl+D. Jika sekiranya blog ini berguna, tolong beri review blog ini di sini
Blog ini dofollow, jadi jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar di bawah ini untuk mendapatkan .
Post a Comment